PARIWISATAPENDIDIKANTANJUNGPINANG

Revitalisasi Pariwisata Tanjungpinang Melalui Partisipasi Aktif Generasi Muda

20
×

Revitalisasi Pariwisata Tanjungpinang Melalui Partisipasi Aktif Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

REGIONAL NEWS.ID, TANJUNGPINANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang mengadakan coffee morning bersama mahasiswa dan mahasiswi untuk membahas tentang “Partisipasi Aktif Generasi Muda dalam Memajukan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang”. Acara tersebut dilakukan di Restoran Nite and Day Hotel, pada Selasa, 25 Juni 2024.

Sekretaris Disbudpar Kota Tanjungpinang, Mulia Wiwin, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai potensi pariwisata sambil mencari inovasi yang dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Disbudpar, akan terus bersinergi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk memajukan pariwisata Tanjungpinang dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Wiwin.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Fengky Fesinto, yang juga hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa coffee morning diadakan agar generasi muda khususnya mahasiswa dan mahasiswi Kota Tanjungpinang dapat memberikan masukan, keluhan dan saran untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Tanjungpinang.

“Hadirnya narasumber dari beberapa perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang di antaranya Muhammad Pati Yusuf, Rachmad Chartady dari STIE Kota Tanjungpinang, dan dari STISIPOL Raja Ali Haji dihadiri Rendra Setyadiharja, beserta pihak terkait lainnya,” kata Fengky.

Salah satu narasumber, Rachmad Chartady, mengatakan bahwa memajukan pariwisata bukanlah tugas yang mudah. Salah satu potensi besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) suatu wilayah termasuk Tanjungpinang yaitu pajak dari restoran dan rumah makan.

“Maka, bagaimana kita dapat mengembalikan Tanjungpinang menjadi pusat peradaban pariwisata dan ekonomi yang ada di pulau Bintan adalah penting,” ujar Rachmad.

“Saya melihat potensi terbesarnya pada pajak restoran dan rumah makan. Bagaimana kita bisa mengembalikan Kota Tanjungpinang ini menjadi pusat peradaban pariwisata dan ekonomi yang ada di pulau Bintan,” imbuh Rachmad.

Hal senada juga disampaikan oleh Fengky Fesinto. Bagaimana kita dapat mempromosikan Tanjungpinang tanpa menaikkan nama Kota Tanjungpinang di forum kegiatan luar kota Tanjungpinang?.

Menurutnya, para wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara harus mengetahui potensi-potensi pariwisata yang tersedia di Tanjungpinang.

“Kita harus berani berpikir revolusioner. Kita dekat dengan Singapura dan Malaysia, banyak turis Tionghoa. Kita tidak harus membuat China Town di Kota Tanjungpinang, karena kita sudah memiliki pariwisata. Namun, bagaimana kita dapat membuat wisatawan merasa nyaman saat berkunjung ke Tanjungpinang. Contoh lainnya seperti di Dubai yang memadukan suasananya, kulinernya dan budaya Melayu di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Terakhir, Fengky juga mengajak generasi muda untuk berani berpikir revolusioner agar kemajuan pariwisata di Kota Tanjungpinang dapat diwujudkan dan membuat pariwisata Tanjungpinang dapat berkesan baik di mata wisatawan domestik maupun internasional.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *