LINGGA

Puncak Arus Balik Lebaran, 2.972 Orang Tinggalkan Lingga via Pelabuhan Jagoh

154
×

Puncak Arus Balik Lebaran, 2.972 Orang Tinggalkan Lingga via Pelabuhan Jagoh

Sebarkan artikel ini
Suasana di Pelabuhan Jagoh beberapa hari lalu

REGIONAL NEWS.ID, LINGGA – Puncak arus balik lebaran juga terjadi di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Penumpang tampak membludak di Pelabuhan Jagoh, Kecamatan Singkep Barat sejak Sabtu (7/5/2022).

Kepadatan mulai dari area parkir, pintu masuk penjualan tiket, hingga jalur serta ujung dermaga yang diisi dengan banyak penumpang.

Setidaknya ada tiga kapal Ferry yang lepas tali memberangkatkan penumpang, yakni Superjet 19, Oceanna 9, dan Putri Anggreni 03.

Ketiga kapal ini membawa penumpang tujuan Tanjungpinang, Batam hingga berbagai daerah dan pulau-pulau Kabupaten Lingga.

Sejumlah penumpang tampak harus berdiri dan duduk di belakang karena tidak kebagian tempat duduk.

Setidaknya ada 726 orang meninggalkan Lingga melalui Pelabuhan Jagoh. Di antaranya 216 penumpang di Superjet 19, sebanyak 164 Oceanna 9 dan 346 penumpang menggunakan Putri Anggreni 03 tujuan Batam.

“Arus balik dr H+1 sampai H+5 dengan menggunakan armada kapal cepat atau ferry mencapai hingga 2.972 orang,” kata petugas Syahbandar Pelabuhan Jagoh, Sugeng Santoso kepada TribunBatam.id.

Beberapa penumpang yang berangkat, merupakan warga asli Lingga yang bekerja di Batam dan Tanjungpinang.

Seperti halnya Mariana (25), yang berangkat karena hendak melakukan aktivitas bekerjanya kembali di kota Batam. “Sudah lama kerja, udah beberapa tahun,” ujarnya.

Saat itu ia bersama rekannya datang lebih awal untuk berangkat. Beruntungnya saat itu kapal Ferry bisa menampung semua penumpang, sehingga ia tidak perlu khawatir kehabisan tiket.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Lingga, Hendry Efrizal berharap calon penumpang bisa membeli tiket beberapa hari sebelum keberangkatan. “Karena kita udah buka sistem booking tiket, kalau bisa calon penumpang bisa membeli tiket dua hari atau tiga hari sebelum keberangkatan,” kata Hendry kepada TribunBatam.id, Kamis (5/5).

Hendry mengungkapkan, hal itu untuk mengantisipasi agar penumpang tidak kehabisan tiket. Terlebih lagi kapal yang terbatas dan sulit untuk melakukan penambahan armada keberangkatan dari Lingga.

“Kalau untuk penambahan dari sini bagi operator untuk kepulangan mudik agak keberatan, karena BBM dan mereka juga hitung untung-rugi,” ungkapnya.

Saat ini kapasitas kapal yang tersedia berdasarkan pelayaran seperti biasa, tanpa ada penambahan armada ke luar Lingga. Dia juga berharap, di tengah kepadatan arus balik lebaran calon penumpang bisa mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran tim gugus tugas Covid-19.

“Jangan sampai nanti calon penumpang bermarah-marah dengan petugas, padahal memang aturan yang harus kita patuhi sesuai Satgas Covid-19,” ucapnya. (R)

Sumber: Tribun Batam
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *