BERITA UTAMAEDITORIALKHAZANAHSEJARAH

Panglima Hulubalang LAM Kepri Minta Kerajaan Melaka Jangan Sebarkan Kebohongan Sejarah Hang Tuah 

1759
×

Panglima Hulubalang LAM Kepri Minta Kerajaan Melaka Jangan Sebarkan Kebohongan Sejarah Hang Tuah 

Sebarkan artikel ini
Panglima Hulubalang LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Dato’ Yudi Irawan minta kerajaan Melaka tidak menyebarkan kebohongan sejarah tentang Hang Tuah.

REGIONAL NEWS.ID, TANJUNGPINANG – Panglima Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, Dato’ Yudi Irawan meminta Kerajaan Negeri Melaka untuk tidak mengelu-elukan dan mera’ikan kebohongan cerita sejarah tentang Hang Tuah.

Kami mendapat maklumat jika pihak Kerajaan Negeri Melaka Malaysia akan menyelenggarakan pameran bertemakan Hang Tuah pada tanggal 10 Juni sampai 7 Juli 2024 di Melaka International Trade Center (MITC).

Konon kabarnya pada pemeran Hang Tuah tersebut akan di pamerkan hasil penyelidikan yang mengukuhkan kewujudan Hang Tuah melalui sumber-sumber baru seperti Manuscript, Artefak yang berasal dari Belanda, Jepang, India, Portugal, China, Indonesia bahkan Thailand.

Difahamkan bahwa artefak yang juga akan ditampilkan pada pameran Hang Tuah nanti adalah 3 bilah keris yang didatangkan dari Bintan Indonesia, yang kononnya milik laksamana Hang Tuah. 

Keris-keris itu dibawa ke Melaka oleh saudara Mohd Amin yang mengaku sebagai waris Hang Tuah ke-11 dari Bentan.

Untuk meluruskan sejarah, Dato’ Panglima LAM Kepri Kota Tanjungpinang secara kelembagaan berharap dato’-dato’ dan para pihak yang berkepentingan dalam jabatan ini seharusnya melaksanakan serangkaian proses riset untuk membenarkan tentang kebenaran cerita tersebut.

Jika menggunakan rasionalisasi berfikir, akan tidak masuk akal Hang Tuah yang masa kehidupannya hampir 600 tahun baru memiliki waris ke-11 atau ke-12. 

Keris yang katanya milik Hang Tuah dari tanah Bintan itu adalah keris milik seorang tokoh di Tanjungpinang, dimana orang sudah ramai mengetahuinya bahwa keris itu bukan milik Hang Tuah.

Secara kelembagaan pula dan sebagai masyarakat Melayu yang menyintai sejarah dan kebudayaan, kami sangat merasa berdosa jika membiarkan begitu saja cerita-cerita palsu tentang senjata dan waris Hang Tuah dari Bintan tersebut.

“Ini adalah pemalsuan sejarah yang dilakukan oleh beberapa orang yang tujuannya hanya untuk mencari keuntungan pribadi”.

Mengapa kita harus mempertaruhkan nama dan sejarah Hang Tuah yang begitu besar hanya kepada beberapa orang dari Bintan yang tidak mempunyai kredibilitas berbicara soal Hang Tuah, bahkan mengaku sebagai waris Hang Tuah yang belum mampu menunjukkan silsilah yang sahi kepada kita semua.

Orang yang mengaku sebagai waris Hang Tuah ke-11 Bintan itu layak dipertanyakan kejujurannya. Karena beberapa waktu lalu, sekitar tahun 2022, yang bersangkutan pernah terlibat perkara pidana mafia tanah di Bintan. Bahkan sudah pernah ditangkap dan dipenjara. “Kepada orang seperti inikah sejarah Hang Tuah dipertaruhkan”.

Dengan segala kerendahan hati, kami bermohon kepada Pemerintah Kerajaan Negeri Melaka untuk tidak memberikan ruang, apalagi mengelu-elukan pihak-pihak yang melakukan pemalsuan sejarah.

Kebohongan serta pemalsuan sejarah yang dilakukan beberapa orang dari Bintan tentang waris dan keris Hang Tuah akan berdampak pada nama baik kami masyarakat Melayu Bintan dan Kepulauan Riau secara luas.

Semoga niat baik Kerajaan Negeri Melaka Malaysia untuk mengangkat cerita tentang Hang Tuah disertai dengan kejujuran, keikhlasan dan juga dengan ilmu dan pengetahuan yang cukup. Bukan dengan kecerobohan yang tidak mendasarkan segala sesuatu pada hasil kajian nan konfrehensif.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *