BERITA UTAMAHUKRIMTANJUNGPINANG

Pidsus Kejati Kepri Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Tipikor Proyek Pengendali Banjir 

58
×

Pidsus Kejati Kepri Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Tipikor Proyek Pengendali Banjir 

Sebarkan artikel ini
Penyidik Pidana Khusus Kejati Kepri menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II), perkara dugaan Pidana Tipikor Kegiatan Pembangunan Polder Pengendali Banjir Jl Pemuda, Gg Natuna, Kel, Tanjung Ayun Sakti, Kec, Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang

REGIONAL NEWS.ID, TANJUNGPINANG – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri menyerahkan tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) perkara dugaan korupsi Pembangunan Polder Pengendali Banjir, Jalan Pemuda, Gang Natuna, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestri, Kota Tanjungpinang, Kepri

PT. Belimbing Sriwijaya merupakan pelaksana pekerjaan TA 2021, dengan pagu anggaran sebesar Rp.22.200.000.000,- (Dua puluh dua miliar dua ratus juta rupiah).

Kasi Penkum Kejati Kepri Denny Anteng Prakoso, SH., MH., mengatakan telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) di Kejari Tanjungpinang terhadap 2 (dua) orang terdakwa Pesrizal, ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan terdakwa Ir. Kasuma Armaninata selaku Direktur PT. Belimbing Sriwijaya, Selasa (28/5/2024).

Saat pelaksanaan proses Tahap II, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap para terdakwa dengan didampingi penasihat hukum masing-masing untuk melengkapi berita acara penerimaan dan penelitian berkas perkara termasuk penelitian barang bukti (BB) yang sebelumnya telah dilakukan penyitaan ditingkat penyidikan.

Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para Terdakwa oleh tim Dokter Klinik Kejati Kepri, ujar Denny Anteng Prakoso.

Setelah melakukan serangkaian proses tahap II, Tim JPU menetapkan penahanan terhadap terdakwa Pesrizal, ST berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Nomor : Print–663/L.10.10/Ft.1/ 05/2024 tanggal 28 Mei 2024.

Selanjutnya untuk terdakwa Ir. Kasuma Armaninata berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Nomor : Print–661/L.10.10/Ft.1/05/2024 tanggal 28 Mei 2024 selama 20 (dua puluh) hari ke depan terhitung mulai dari tanggal 28 Mei 2024 sampai 16 Juni 2024, dan dititipkan di Rutan Kelas I Tanjungpinang. 

Denny menjelaskan tindakan penahanan yang dilakukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum merujuk pada Pasal 21 ayat (1) dan (4) KUHAP dengan pertimbangan syarat subjektif kekhawatiran tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, dan secara objektif tindak pidana yang diancam pidana penjara selama 5 tahun atau lebih.

Kasi Penkum menyampaikan berdasarkan fakta hukum yang merujuk pada Pasal 184 ayat (1) KUHAP telah diperoleh alat bukti berupa saksi, surat, petunjuk dan keterangan tersangka, atas perbuatannya terdakwa Pesrizal, ST dan terdakwa Ir. Kasuma Armaninata.

Kedua terdakwa disangkakan melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Subsidair Pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Atas perbuatan para terdakwa diduga menimbulkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 931.751.880 (sembilan ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus lima puluh satu ribu delapan ratus delapan puluh delapan rupiah) berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, pungkasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *