DAERAH

Kios Pedagang Daging dan Peternak Sapi Tanjungpinang-Bintan Terancam Tutup

165
×

Kios Pedagang Daging dan Peternak Sapi Tanjungpinang-Bintan Terancam Tutup

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi

REGIONAL NEWS.ID, TANJUNGPINANG – Kebijakan pemerintah melalui Balai Karantina Pertanian Jambi yang melarang pengiriman sapi ke wilayah Kepulauan Riau, berdampak merugikan para pedagang daging sapi segar dan peternak sapi di Tanjungpinang dan Bintan, Kepulauan Riau.

Ketua Persatuan Pedagang Daging Sapi Segar dan Peternak Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin mengungkapkan, larangan tersebut tertuang dalam surat edaran Balai Karantina Pertanian Jambi tentang penghentian sertifikasi karantina terhadap media PMK pada tanggal 15 Mei 2022.

“Adanya surat tersebut, saat ini tidak ada lagi pengiriman sapi dari Kuala Tungkal, padahal untuk pasokan sapi dari Jambi, Lampung dan Palembang seluruhnya dikirim lewat Kuala Tunggal, hanya di Kuala Tungkal tempat pengirimannya,”Jelas Thamrin, Senin (16/5/2022).

Lebih lanjut Thamrin menjelaskan, setiap pekan para pedagang daging sapi segar dan peternak di Tanjungpinang dan Bintan mendatangkan sapi lewat Kuala Tungkal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Stok kami sudah menipis, sapi yang sudah kami pesan saat ini tertahan di Jambi, kemungkinan pekan depan kami sudah tidak bisa berjualan lagi,” ujarnya.

Mereka berencana akan mendatangi Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang serta Gubernur Kepri untuk berdiskusi mencarikan solusi masalah ini.

“Kami berharap pemerintah memberikan diskresi, karena di Kepri tidak ada sentra peternakan yang ada hanya peternakan untuk penggemukan sapi dan stoknya terbatas,” ungkapnya.

Senada dengan Thamrin, Parholong Harahap, salah seorang peternak sapi di Tanjungpinang mengatakan, stok sapi di seluruh peternakannya saat ini hanya ada sekitar 500 ekor, sementara kebutuhan untuk Idul Adha nanti mencapai 4000 ekor.

“Sapi yang ada di peternakan sudah dipesan untuk Idul Adha, itu saja masih kurang,” ujar Parholong.

Parholong juga mengungkapkan, jika tidak ada solusi dari pemerintah, tidak hanya kios penjualan daging yang tutup, namun peternakan sapi di Tanjungpinang dan Bintan juga akan tutup.

“Pembeli sapi terutama pengurus masjid sudah berebut karena takut tidak kebagian untuk Idul Adha,” ungkapnya.

Persatuan pedagang daging dan peternak sapi Tanjungpinang-Bintan mengaku lebih dari 1000 sapi yang sudah dipesan dari Jambi, Lampung dan Palembang terancam tidak bisa dikirim ke wilayah Kepri pekan ini. (*)

Sumber : Tim Tv One Tanjungpinang
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *