DAERAHPOLITIKTANJUNGPINANG

Pilkada Tanjungpinang Tanpa Calon Perseorangan, KPU Fokus Perampingan TPS

47
×

Pilkada Tanjungpinang Tanpa Calon Perseorangan, KPU Fokus Perampingan TPS

Sebarkan artikel ini
Ketua KPU Tanjungpinang M. Faisal saat memberikan keterangan pada sabtu (25/5)

REGIONAL NEWS.ID, TANJUNGPINANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang M. Faisal mengumumkan bahwa tidak adanya calon kepala daerah melalui jalur perseorangan yang mendaftar.

“Sejak dibukanya posko pendaftaran dan helpdesk pada tanggal 5 hingga 12 Mei 2024, tidak ada satupun calon perseorangan yang mengambil formulir atau menyerahkan dukungan,” ujar Faisal, Sabtu (25/5/2024).

Faisal menegaskan bahwa pada Pilkada mendatang tidak akan ada calon kepala daerah yang maju dari jalur perseorangan. “Otomatis, untuk Pilkada 2024 di Tanjungpinang dipastikan tidak ada calon kepala daerah dari jalur perseorangan,” terangnya.

Selain itu, KPU Tanjungpinang sedang melakukan perampingan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 637 TPS menjadi hampir setengahnya. Perampingan ini dilakukan berdasarkan instruksi dari KPU RI yang menetapkan bahwa satu TPS pada Pilkada akan diisi maksimal 600 pemilih, berbeda dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang hanya 300 pemilih per TPS.

“Perampingan sedang kita lakukan, kami sudah mendata dan meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) turun ke lapangan untuk memastikan titik-titik potensi TPS yang akan kita tetapkan,” ucap Faisal.

Perampingan TPS ini berlaku secara nasional, meskipun KPU akan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah masing-masing. “Jika wilayahnya jarang penduduk dan tidak memungkinkan untuk penggabungan, maka TPS lama akan dipertahankan,” jelas Faisal.

Saat ini, tahapan Pilkada telah berlangsung, dimulai dengan perekrutan badan Adhoc dan pelantikan 54 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk 18 kelurahan. “PPK sudah dilantik pada 16 Mei, dan besok (hari ini) pembentukan badan Adhoc serta pelantikan PPS,” tambahnya.

Faisal berharap agar PPS yang telah dilantik segera diberikan orientasi tugas dan pembekalan untuk menjalankan tugas mereka di masing-masing kelurahan. “PPS lebih ke teknis, mereka melakukan pemutakhiran data, penataan TPS, distribusi logistik, dan pengembalian logistik. Jadi, ujung tombak di lapangan adalah PPS meskipun terbatas di satu kelurahan,” pungkasnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *